- Back to Home »
- iptek »
- Pemanasan global bisa menciutkan kuda
Motivarts : Pemanasan global bisa menciutkan kuda - Pemanasan global ternyata tidak hanya menyebabkan tingginya air laut, badai hebat, kekeringan, dan kepunahan, tetapi juga menimbulkan penyusutan makhluk hidup. Penyusutan ini melanda Sifrhippus, kuda pertama, dari spesies Sifrhippus sandrae, seperti disampaikan para ilmuwan dalam Journal Science, Kamis (23/2).
Menurut Journal, Sifrhippus terkena dampak pemanasan global pada 56 juta tahun yang lalu yang mengakibatkan tubuhnya menyusut. Berat badan Sifrhippus berkurang 12 pon (5,4 kg) menjadi 8.5 pon (3,9 kg) setelah suhu planet Bumi semakin memanas.
Kawanan Sifrhippus tinggal di wilayah Bighorn Basin, Wyoming, Amerika Serikat, yang didiami banyak mustang. Sebenarnya, kuda tersebut tidak jauh berbeda dengan mustang. Namun, tingginya hanya sebesar kucing, dan memakan daun dan rerumputan seperti halnya kuda biasa.
Kuda tersebut tinggal di era Paleocene-Eocene, sekitar 175 ribu tahun yang lalu, ketika suhu meningkat hingga 9-18 derajat, dan kembali menurun di akhir periode tersebut. Ilmuwan telah memperkirakan banyak mamalia yang menyusut di periode tersebut.
Dalam Journal Science, Ross Secord, dari Universitas Nebraska-Lincoln dan Jonathan Bloch, dari Museum of Natural History di Universitas Florida di Gainesville, serta tim peneliti lainnya telah mengumpulkan dan menganalisis fosil Sifrhippus. Hasil dari analisis tersebut adalah 30% ukuran kuda menyusut selama 130 ribu tahun pertama, dan kemudian berat badannya kembali membesar hingga 75% pada 45 ribu tahun setelahnya. Fosil-fosil menunjukkan Sifrhippus terkecil beratnya sekitar 8,5 pon (3,9 kg), yang paling berat hanya sekitar 15 pon (6,8 kg). Dr Secord berpendapat bahwa fenomena tersebut adalah seleksi alam, dan hewan akan berevolusi menjadi lebih kecil karena iklim semakin panas karena hewan kecil tidak memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik di iklim panas dibandingkan hewan berukuran besar. (Newyorktimes/*/OL-10)
Menurut Journal, Sifrhippus terkena dampak pemanasan global pada 56 juta tahun yang lalu yang mengakibatkan tubuhnya menyusut. Berat badan Sifrhippus berkurang 12 pon (5,4 kg) menjadi 8.5 pon (3,9 kg) setelah suhu planet Bumi semakin memanas.
Kawanan Sifrhippus tinggal di wilayah Bighorn Basin, Wyoming, Amerika Serikat, yang didiami banyak mustang. Sebenarnya, kuda tersebut tidak jauh berbeda dengan mustang. Namun, tingginya hanya sebesar kucing, dan memakan daun dan rerumputan seperti halnya kuda biasa.
Kuda tersebut tinggal di era Paleocene-Eocene, sekitar 175 ribu tahun yang lalu, ketika suhu meningkat hingga 9-18 derajat, dan kembali menurun di akhir periode tersebut. Ilmuwan telah memperkirakan banyak mamalia yang menyusut di periode tersebut.
Dalam Journal Science, Ross Secord, dari Universitas Nebraska-Lincoln dan Jonathan Bloch, dari Museum of Natural History di Universitas Florida di Gainesville, serta tim peneliti lainnya telah mengumpulkan dan menganalisis fosil Sifrhippus. Hasil dari analisis tersebut adalah 30% ukuran kuda menyusut selama 130 ribu tahun pertama, dan kemudian berat badannya kembali membesar hingga 75% pada 45 ribu tahun setelahnya. Fosil-fosil menunjukkan Sifrhippus terkecil beratnya sekitar 8,5 pon (3,9 kg), yang paling berat hanya sekitar 15 pon (6,8 kg). Dr Secord berpendapat bahwa fenomena tersebut adalah seleksi alam, dan hewan akan berevolusi menjadi lebih kecil karena iklim semakin panas karena hewan kecil tidak memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik di iklim panas dibandingkan hewan berukuran besar. (Newyorktimes/*/OL-10)

