Showing posts with label entrepreneur. Show all posts

Sandiaga Uno, Berlari Sambil Membantu

Sandiaga Uno, Berlari Sambil Membantu - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan lari maraton sebagai kepedulian dalam pengembangan usaha kecil menengah (UKM). Kegiatan lari marathon ini merupakan bagian dari acara "Berlari untuk Berbagi (BuB)".

"Program ini utamanya ditujukan bagi UMKM. Saya banyak belihat banyak sekali para pedagang kaki lima (PKL) yang diusir oleh trantib. Maka dari itu dengan adanya program ini saya berharap bisa membantu mereka," kata Sandiaga ketika ditemui dalam konferensi pers Berlari untuk Berbagi (BuB), di Driving Range, Senayan, Jakarta, Minggu 8 April 2012.

Pengusaha muda sekaligus pemilik Saratoga Group ini mengatakan, berlari adalah olahraga yang paling sederhana dan tidak membutuhkan persiapan yang banyak. Olahraga ini dapat dilakukan oleh semua kalangan sehingga dia memilih olah raga ini untuk membantu pengusaha UMKM itu.

Dia menuturkan, kepeduliannya ini berawal ketika pada 2000 lalu, ketika Sandiaga Uno berlari di pagi hari, dia melihat banyak pedagang-pedagang kecil yang sudah berjualan sejak subuh. Kemudian, dia sering bercakap-cakap dengan mereka untuk mengetahui lebih jauh tentang usahanya itu. UKM itu, lanjut Sandi, sering ditertibkan oleh petugas karena mereka tidak memiliki akses pendanaan.

"Ketika berlari banyak yang harus kita bantu, anak jalanan, UKM, mereka bisa jadi aset bangsa. Saya lihat perjuangan pagi-pagi, mereka tak bisa naik kelas, selalu mentok di level tertentu. Kalau mereka tak kita bantu, mereka jadi beban bagi bangsa. Ini program yang simpel, hobi lari di gabungkan dengan charity," ujarnya.

Dia menuturkan, program BuB itu merupakan rangkaian latihan terakhir menjelang diselenggarakannya marathon pada 15 April di Paris, Perancis, dan 22 April di Denpasar, Bali.

Dalam program ini, Sandi menggandeng The Learning Farm untuk bekerjasama dalam satu misi meningkatkan kesejahteraan hidup para pemuda prasejahtera di Indonesia.

Yayasan ini bertujuan untuk membekali pemuda Indonesia agar menjadi lebih mandiri secara ekonomi, serta mampu menjadi anggota masyarakat yang lebih produktif melalu pembelajaran pertanian organik, pengembangan usaha, dan keterampilan hidup lainnya.

Sebagai informasi, pagi ini Sandiaga Uno beserta 26 peserta lainnya melakukan latihan lari maraton dengan menelusuri rute Senayan-Monas-Senayan. Program BuB merupakan program amal yang diprakarsai oleh Sandiaga Uno sejak 2009. Program tersebut diwujudkan dengan mengikuti lomba lari marathon setiap tahun di mana pada setiap kilometer yang ditempuh, dia menawarkan kepada individu dan perusahaan untuk memberikan donasi sejumlah nilai tertentu kepada yayasan yang dipilih.

Dari setiap kilometer yang disumbangkan tersebut, Sandiaga akan menggandakan seluruh donasi yang telah disumbangkan hingga menjadi dua kali lipat untuk kemudian disumbanglan kepada yayasan yang ditunjuk oleh donatur yang bersangkutan.

Carilah Peluang Di Tengah Kemalasan

Carilah Peluang Di Tengah Kemalasan  - Judul ini mungkin terdengar aneh. Tapi, percayalah, dari sifat malas, tersembunyi banyak peluang. Hal ini berawal dari beberapa waktu lalu saat saya kehabisan masa berlaku nomor kendaraan. Mau tidak mau, saya harus mengurusnya. Sebagai wajib pajak yang taat, hal itu memang sudah biasa saya lakukan. Tapi, entah kenapa kemarin saya merasa malas untuk mengurus sendirian. Barangkali, karena alasan kesibukan yang belakangan menumpuk.

Saat itu, satu hal yang lantas tercetus di benak saya. Pergi ke calo jasa pengurusan STNK. Tak sampai seminggu, surat dan nomor baru kendaraan saya sudah siap di meja. Tanpa perlu banyak urusan, tinggal bayar sejumlah uang, semua terselesaikan. Itu belum cukup. Lagi-lagi dengan alasan kesibukan, saya memanggil office boy di kantor saya. Dengan imbalan sejumlah rupiah, nomor baru saya sudah terpasang di kendaraan tanpa repot-repot memasang sendiri.

Mungkin Anda juga salah satu yang pernah melakukan hal seperti kisah saya di atas. Ya, dengan alasan kesibukan, untuk tidak menyebutnya kemalasan, kita sering membayar orang untuk melakukan sejumlah pekerjaan bagi kita. Di sinilah peluang yang menurut saya sangat besar perputaran uangnya. Misalnya, untuk satu jasa pengurusan STNK, saat itu saya dikenakan uang jasa sekitar Rp100 ribuan. Bayangkan, jika dalam sehari ada lima kendaraan saja yang antri diuruskan suratnya. Sehari, biro jasa itu akan memetik keuntungan kotor minimal Rp500 ribu. Berapa dalam sebulan?

Nah, kemalasan-kemalasan seperti inilah yang perlu Anda cermati dalam mencari peluang. Misalnya, coba lihat tumpukan baju kotor Anda saat ini. Saat merasa sangat sibuk, ke mana Anda pergi untuk mencucikan baju-baju Anda? Ke laundry bukan? Ya, para tukang cuci itu dengan senang hati akan menerima baju-baju kotor Anda. Bukankah ini peluang yang diciptakan dari kemalasan mencuci baju?

Contoh lain adalah bisnis makanan. Kalau dilihat dari sudut pandang kemalasan, bukankah orang-orang pergi ke restoran kebanyakan karena malas masak? Atau, bisa jadi mereka juga malas cuci piring dan malas berepot-repot menanak nasi. Maka, jadilah bisnis restoran dan aneka makanan berada di mana-mana. Bahkan konon, bisnis makanan adalah bisnis yang tak bakal ada habisnya.

Masih banyak contoh lain bisnis yang berawal dari kemalasan itu. Bahkan, urusan menikah yang sangat sakral pun bisa jadi dibisniskan hanya karena alasan kepraktisan. Yah, hadirnya banyak wedding planner atau wedding organizer adalah contoh betapa kemalasan mengurus aneka macam urusan pernikahan bisa jadi bisnis yang sangat menggiurkan.

Maka, cobalah tengok, apa saja yang membuat Anda malas hari ini. Bisa jadi, di sanalah tersembunyi peluang yang bisa sangat menguntungkan. Pikirkan! Jika Anda malas bangun tidur, bisa jadi itu karena kenyamanan kasur, bantal, dan guling adalah hasil kejelian pengusaha kebutuhan tidur untuk memanjakan kemalasan Anda. Jika Anda sibuk sehingga tak bisa mengantar anak ke sekolah, ada pengusaha yang jeli membuat usaha antar jemput anak. Jika Anda tak bisa langsung bertemu dengan klien, lihatlah, ada pengusaha yang jeli menggeluti usaha di bidang teknologi yang memudahkan Anda untuk bisa mengangkat telepon dan semua bisa diselesaikan via handphone.

Begitulah. Sangat banyak peluang usaha yang bisa kita geluti dengan mencermati kemalasan dan kesibukan orang. Tinggal bagaimana usaha Anda mengubahnya dengan berbagai cara dan kesungguhan, disertai kerja keras dan keuletan, maka peluang yang ada itu bisa dijadikan usaha yang menguntungkan.

Mendatangkan ide bisnis

Mendatangkan ide bisnis - Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana harus memulai sebuah usaha. Jawabannya pun beraneka. Ada yang harus cari modal dulu, ada yang harus mempelajari pasar, bahkan yang ekstrim ada yang mengatakan modalnya nekad saja! Semuanya tak salah. Sebab, dari mana saja mau mulai berwirausaha, asal punya niat, tekad, ketekunan, keuletan, semangat tak mudah menyerah, pasti akan ada hasil yang dicapai.

Banyak contoh nyata orang yang bermodal nekad bisa jadi pengusaha sukses. Tak sedikit pula pengusaha yang berawal dari persiapan matang akhirnya benar-benar sukses membesarkan usahanya. Salah satu contoh nyata, orang yang berkemauan kuat dan bisa sukses berkat kerja kerasnya yakni Andrie Wongso. Meski dari keluarga miskin, dengan prinsip: ”Sukses adalah hak saya” ia mampu menjadi pengusaha sukses hingga kini.

Apa yang dilakukan Andrie Wongso dan banyak pengusaha sukses lain ini bisa diwakili oleh sebuah kalimat bijak yang sudah sering kita dengar, yakni asal ada kemauan, pasti ada jalan, ”When there is a will, there is a way.” Nah, lantas, jika kita sudah ada kemauan, usaha apa yang bisa ditekuni? Pilihannya sangat beragam. Untuk mengeksplorasi jenis usaha apa saja yang bisa ditekuni sebenarnya cukup gampang. Modalnya hanyalah ATM, yakni Amati, Tirukan, dan Modifikasi.

Amati.
Yang perlu dilakukan hanyalah dengan melihat sekeliling Anda. Ada banyak bertebaran jenis usaha yang bisa Anda tekuni. Mulai dari yang sudah banyak digeluti oleh orang lain, maupun usaha-usaha yang menurut Anda masih jarang yang disentuh orang lain. Atau, dari pengamatan itu, barangkali Anda bisa menemukan sejumlah kebutuhan orang yang belum tersentuh sehingga bisa jadi ladang bisnis yang baru.
Ambil contoh, lihat kendaraan berseliweran di jalanan. Kalau Anda bisa utak-atik kendaraan, kenapa tidak coba buka usaha bengkel? Biar lebih spesifik layanannya, buat bengkel yang siap dipanggil kapan saja, kalau perlu 24 jam!
Tirukan.
Untuk menjalankan bisnis yang berhasil, coba tirukan bisnis yang ramai mendapat pelanggan di sekitar Anda. Misalnya Anda melihat pedagang bakso yang ramai. Coba, lihat apa yang membuatnya laris. Apakah lokasinya, rasanya, atau mungkin pelayanannya yang unik. Tirukan saja, apa kunci sukses yang membuatnya ramai.

Salah satu cara meniru yang sekarang sedang tren yaitu usaha dengan sistem waralaba. Pemilik usaha dengan sistem waralaba sebenarnya sudah merelakan usahanya di-copy paste oleh jaringan waralabanya, dan itu sah-sah saja, bahkan senang karena jaringan usahanya makin membesar. Karena itu, jangan segan jika bertemu dengan bisnis yang ramai, kalau mau ajaklah kerja sama, dengan begitu dalam meniru langkah suksesnya Anda bisa lebih pasti.
Modifikasi.
Kalau sudah menemukan jenis usaha yang akan dicontoh, jangan asal contek saja. Ubahlah berdasar kreativitas Anda. Misalnya biar makin ramai Anda gunakan cara yang unik, contoh bikin bakso yang kotak, atau bakso yang dibakar. Gunakan pula promosi yang unik. Misalnya beri kejutan gratis bayar untuk konsumen mangkuk ke-100, serta berbagai jenis promosi unik lainnya.

Bagaimana, sudah mulai mendapat gambaran? Yang penting, jika sudah menemukan jenis usaha yang ingin Anda geluti, segera take action! Lakukan dengan sepenuh hati dan terjuni dengan tekad kuat agar berhasil. Ingat. Peluang ada di mana-mana, tapi peluang baru benar-benar jadi uang kalau Anda mau mewujudkannya.

Blogger templates

picasa

Sample Text


-

Recent Post

- Copyright © Motivarts official web -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -